Saldo Gayus Tinggal Rp 16 Juta

Persidangan terdakwa Gayus HP Tambunan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (22/11), memutuskan untuk memindahkan penahanan Gayus HP Tambunan dari Rumah Tahanan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, ke Rutan Cipinang Kelas I, Jakarta Timur. Keputusan tersebut dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim Albertina Ho dalam persidangan.

Rekening milik Gayus Halomoan Tambunan di Bank BCA Cabang Bintaro Sektor III, Jakarta Selatan, dipastikan hanya tersimpan saldo sekitar Rp 16 juta ketika diblokir atas permintaan penyidik Bareskrim Polri. Pemblokiran dilakukan pada April 2009.

“Saldonya sekitar Rp 16 juta,” ucap Wani Sabu, Kepala Biro Halo BCA, saat bersaksi di sidang terdakwa Gayus di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (29/11/2010).

Jawaban itu dia katakan ketika ditanya Albertina Ho, ketua majelis hakim, apakah pihak BCA pernah melakukan penyitaan rekening nomor 4740198250 milik Gayus dengan nilai Rp 370 juta atas permintaan Bareskrim Polri.

Wina mengatakan, Direktur II Ekonomi Khusus Bareskrim Polri yang saat itu dijabat Brigjen (Pol) Edmond Ilyas meminta pemblokiran 16 rekening deposito milik Gayus. Namun, kata dia, delapan rekening tidak dapat diblokir lantaran sudah dicairkan sebelum ada permintaan blokir.

“Masing-masing rekening saldonya 50.000 dollar AS. Jadi, total delapan rekening itu 400.000 dollar AS. Kita sampaikan surat ke Pak Edmond tidak dapat diblokir karena rekening sudah ditutup,” jelas dia.

Kemudian, jelas Wina, Direktur II Eksus yang digantikan oleh Brigjen (Pol) Raja Erizman meminta pembukaan blokir delapan rekening pada 26 November 2009. Alasan permintaan pembukaan blokir, kata dia, lantaran tidak terkait dengan penyidikan.

Seperti diberitakan, Gayus didakwa pasal pencucian uang dan penggelapan senilai Rp 370 juta. Uang itu milik PT Megah Citra Jaya Garmindo. Menurut penyidik Komisaris Arafat dan Ajun Komisaris Sri Sumartini saat bersaksi, jaksa peneliti meminta agar uang Rp 370 juta itu disita dari rekening.

Menurut Arafat, ia lalu meminta pihak bank menyita Rp 395 juta. Sebanyak Rp 25 juta diduga suap dari Roberto Santonis yang kemudian tidak diusut. Uang itu tidak dihadapkan saat sidang di Pengadilan Negeri Tangerang. Jaksa penuntut umum hanya menunjukkan bukti berita acara penyitaan.

sumber

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: