Hakim Albertina Ho Mantan Pelayan Warung Kopi

Hakim Albertina Ho Mantan Pelayan Warung Kopi -  albertina_hakim.JPG

Hakim Albertina Ho tampak tenang dalam persidangan
Hakim Albertina Ho Mantan Pelayan Warung Kopi -  hakim_albertina_ok_ho.JPG
Hakim Albertina Ho tampak tenang dalam persidangan
Hakim Albertina Ho Mantan Pelayan Warung Kopi -  albertina_gayus.JPG
Hakim Albertina Ho tampak tenang dalam persidangan
Hakim Albertina Ho Mantan Pelayan Warung Kopi -  hakim_albertina_ho_bian.JPG
Hakim Albertina Ho tampak tenang dalam persidangan
 

Hakim Albertina Ho
Lahir di Maluku Tenggara
1 Januari 1960
Hakim di PN Jakarta Selatan 

SD di Ambon
SMP di Ambon
SMAN 2 Ambon
S1 UGM di Yogyakarta
S2 Unsoed di Purwokerto

Calon Hakim di PN Yogyakarta (1986-1990)
Hakim di PN Slawi (1990-1996)
Hakim PN Temanggung, Jateng (1996-2002)
Hakim PN Cilacap, Jateng (2002-2005)
Sekretaris Wakil Ketua Divisi Yudisial MA (2005-2008)
Hakim PN Jakarta Selatan (2008 – sekarang)

– Hakim menghukum Romli Atmasasmita 2 tahun penjara  dalam kasus korupsi proyek Sistem Administrasi Hukum.
– Menambah hukuman tambah berat bagi  Sigid Haryo Wibisono 15 tahun penjara kasus pembunuhan karena dia terbukti  berpartisipasi direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen.
– Menghukum Marsiyah (75) 1 bulan penjara masa percobaan 2 bulan dalam kasus penganiyaan.
– 2010 Menyidangkan terdakwa kasus mafia pajak Gayus Halomoan Tambunan

Ny Albertina Ho SH, hakim ketua yang menyidangkan kasus mafia pajak Gayus Halomoan Tambunan tampak tenang dan tidak emosi dalam menyampaikan pertanyaan. Mengulangi lagi dengan santun bila Gayus menjawab tidak sesuai dengan inti pertanyaan hingga memperoleh jawaban yang pasti dan diulang dengan jelas. Siapa hakim Albertina Ho itu?

Wanita kelahiran Maluku Tenggara, 1 Januari 1960 itu banyak disorot kamera televisi dan media cetak ketika menanyai Gayus yang duduk di kursi pesakitan. Tapi Albertina jarang melihat ke kamera dan tetap mencermati dengan seksama tiap kalimat yang keluar dari Gayus untuk kemudian dipastikan lagi untuk meyakinkan. 

Sudah barang tentu berbagai pertanyaan hakim itu bersifat menggali secara naratif untuk kemudian mengerucut menuju dakwaannya. Seperti yang ia lakukan ketika menanyai Gayus Tambunan terkait darimana uang Rp 28 miliar itu diperoleh hingga akhirnya terungkap.

Di depan hakim Albertina Ho, Gayus menjawab dengan lancar dan hafal. Ia mengaku uang sebesar 3,5 juta dolar AS atau setara Rp 35 miliar dari tiga perusahaan yang tergabung dalam Grup Bakrie dalam sidang yang digelar di PN Jakarta Selatan, Rabu (8/12/2010)

Tersangka Gayus saat diperiksa sebagai terdakwa, mengaku uang itu berasal dari tiga perusahaan yaitu PT Kaltim Prima Coal PT KPC), Bumi Resources, dan PT Arutmin, semua grup Bakrie.

Albertina Ho seolah tanpa ekspresi dengan menunjukkan wajah tenang dan tidak terpengaruh atau tidak terkejut oleh jawaban Gayus. Wanita alumni Fakultas Hukum UGM tahun 1985 itu rupanya sudah terbiasa dengan hidup susah dan prihatin.

Bahkan ia sempat menjadi pelayan warung kopi ketika menuntut ilmu di SMAN 2 Ambon tahun 1979 karena kekurangan biaya. Iya. Albertina menempuh pendidikan dari SD, SMP hingga SMA di Ambon. Setelah berhasil lulus dari UGM, Albertina menempuh Magister Hukum di Universitas Jenderal Sudirman Purwokerto dan lulus 2004.

Tidak hanya menjalani hidup sebagai pelayan warung kopi, tapi Albertina juga pernah ditolak oleh pihak bank saat kredit rumah. Aplikasi permohonan kredit yang ia ajukan ditolak karena gajinya sebagai hakim tidak cukup untuk kredit rumah.

Tahun 1990-1996 Albertina bertugas di PN Slawi, Tegal Jawa Tengah. Saat itu ia pulang pergi ke kantor naik sepeda motor. Ia menolak tamu yang ingin menemuinya di rumah untuk menjaga kenetralan dalam menangani kasus.

Untuk mengirit biaya hidup atau pengeluaran, ia mengetik sendiri keputusan sidang dan dikerjakan di rumah, agar tidak perlu membayar pegawai juru ketik. Bahkan hal itu juga bertujuan untuk berfikir dan mengambil keputusan tanpa campur tangan orang lain.

Bisakah hakim Albertina Ho “tidak tergoda”, mampu mempertahankan kenetralan, sikap keadilan dan kesederhanaannya seiring dengan terdakwa yang disidangnya adalah Gayus Tambunan dengan segudang uang, yang sudah dikenal mahir main sogok menyogok? Semoga Albertina Ho tetap pada jatidirinya yang bersih dan adil.

sumber

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: