Aneh, Mobil Mewah Tak Pakai Pertamax

Pengendara Sepeda Motor (VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)
Saat ini, masih banyak mobil bagus yang mengonsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis premium dibanding Pertamax. Padahal, tidak sedikit pengendara sepeda motor yang juga memakai Pertamax.


Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Gunadi Sindhuwinata, mengaku heran dengan perilaku pengguna mobil bagus itu.

“Saya heran, banyak mobil bagus pakai Premium, pengendara sepeda motor saja banyak yang pakai Pertamax,” kata Gunadi yang juga menjabat Direktur Utama PT Indomobil Sukses Makmur Tbk, beberapa waktu lalu.

Padahal, menurut dia, konsumsi premium justru akan membuat kinerja mesin menjadi tidak optimal, boros, tidak bertenaga dan polusi.

Hari ini, pemerintah secara resmi mengajukan model pengaturan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) kepada Komisi Energi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Dari pemerintah diwakili oleh Menteri Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Keuangan Agus Martowardojo, serta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Darwin Z Saleh bersama jajaran.

Dua opsi yang selama ini kerap disebutkan oleh pemerintah adalah larangan premium bagi semua mobil pribadi atau larangan premium hanya berlaku bagi mobil pribadi keluaran tahun 2005 ke atas.

Meski larangan penggunaan BBM bersubsidi jenis premium tidak berlaku bagi sepeda motor, pengendara kendaraan roda dua yang sudah terbiasa memakai Pertamax itu tidak akan beralih ke premium.

Berdasarkan pantauan VIVAnews.com di sejumlah SPBU di Jakarta, Senin 13 Desember 2010, banyak pengendara sepeda motor yang masih mengonsumsi Pertamax.

Agustin misalnya, karyawan swasta berusia 31 tahun menuturkan alasannya mengapa masih menggunakan Pertamax untuk bahan bakar motornya. Menurut dia, jika memakai Pertamax, tenaga mesin motor lebih ringan jika dikendarai.

Sementara itu, pengendara sepeda motor lainnya, Eko (35) mengatakan dirinya memilih Pertamax karena sudah jelas kualitasnya. “Pembuangannya lebih bersih, terhadap motor sendiri tidak ada masalah,” ujarnya.

Harga Pertamax yang relatif tinggi yaitu Rp6.900 per liter tidak membuat pelanggan setia beralih ke premium.

“Saya mengutamakan kualitas. Meski tidak dilarang menggunakan premium, saya tetap kejar kualitasnya yang terjamin. Jadi tetap pakai Pertamax,” kata Eko kepada VIVAnews.com.

Setiap hari Eko harus mengeluarkan uang kurang lebih Rp20.000 atau sama dengan menggunakan tiga liter Pertamax per hari untuk aktivitas dengan sepeda motornya.

Walaupun pengendara sepeda motor tidak terkena larangan penggunaan premium, mereka berpendapat kebijakan pemerintah terkait larangan premium bagi kendaraan pribadi dinilai kurang bijak.

“Kebijakan ini kurang bijak. Mengapa masyarakat yang menggunakan mobil ini tidak diarahkan untuk menggunakan transportasi umum,” tuturnya.

Tugas pemerintah, dia melanjutkan, adalah juga untuk memperbaiki transportasi publik agar masyarakat lebih memilih menggunakan kendaraan umum dibanding mobil pribadi.

“Jika kebijakan penggunaan Pertamax ini telah diterapkan, namun kemacetan di Jakarta belum dapat diatasi, tentunya semakin memberatkan rakyat,” ujarnya.

 

Sumber: vivanews.com

3 Tanggapan

  1. sukses buat usaha anda…

  2. keren…
    semoga Indonesia makin bersih!

  3. sip!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: