MIRIS!!! Tingkat Kepedulian Paramedis di RS Indonesia Masih Rendah

image

Kurangnya interaksi dua arah antara petugas dengan pasien memengaruhi pelayanan rumah sakit sehingga para pasien kurang memiliki pengetahuan akan penyakitnya.

 

Demikian disampaikan Dirjen Bina Pelayanan Medik Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), Supriyantoro, saat peresmian kelas VIP, bedah sentral dan ICU di Rumah Sakit Islam (RSI) Muhammadiyah Kendal, Jawa Tengah, Kamis.

Karena itu Supriyantoro meminta kepada semua rumah sakit untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan masyarakat.

Selain interaksi Supriyantoro menyebutkan peningkatan mutu pelayanan masyarakat dapat dilakukan dengan cara meningkatkan kepedulian para petugas medis pada setiap pasien tanpa melihat kelas.

Tingkat kepedulian paramedis di Indonesia masih rendah sehingga banyak pasien yang memilih untuk berobat ke luar negeri karena kecewa dengan pelayanan kesehatan di rumah sakit di negara ini.

“Kurangnya kedua hal tersebut membuat banyak masyarakat lebih mempercayakan kesehatannya pada rumah sakit di luar negeri seperti Singapura,” katanya.

Menurut dia, kepedulian petugas medis dapat dikembangkan dalam mempelajari bahasa tubuh, seperti senyuman karena bahasa tersebut dapat berpengaruh dalam kesembuhan pasien.

Dia mengatakan mutu pelayanan antara kelas III dengan kelas VIP yang dilakukan oleh pihak rumah sakit dan jajarannya harus disamakan, seperti contoh sapaan yang ramah pada semua pasien.

Mutu pelayanan seperti itu, katanya, sesuai dengan visi Kemenkes RI dalam menciptakan rumah sakit kelas dunia dari sisi kepuasan pasien.

“Kepuasan yang dimaksud bukan hanya dapat dinikmati oleh masyarakat yang berada di kota, tetapi juga harus dapat dirasakan pasien yang ada di desa,” kata dia.

Terkait dengan peningkatan mutu pelayanan kesehatan, Direktur Rumah Sakit Islam Muhammadiyah Kendal, Edi Sumarwanto, mengatakan pihaknya tengah menyekolahkan beberapa dokter untuk mempelajari spesialisasi dalam bidang penyakit dalam dan bedah.

Selama ini, kata dia, para dokter spesialis yang bertugas di RS itu merupakan dokter mitra dari pemerintah sehingga kurang memaksimalkan mutu pelayanan kepada pasien.

Menurut dia, dengan program sekolah spesialisasi itu, kinerja dokter dapat maksimal sehingga dapat meningkatkan kepuasan pelayanan kesehatan.

Dia menambahkan, pengadaan rumah sakit cabang khusus kelas III di Desa Truko Kecamatan Kangkung dan pembangunan kelas VIP, ruang bedah sentral dan ICU itu juga merupakan bagian dari peningkatan mutu tersebut.

sehatnews.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: