Apakah Pria Memang Lebih Sering Lupa??

Sakit lupa memang lumrah terjadi dan akan bertambah parah seiring dengan pertambahan usia atau dikenal dengan penyakit demensia. Yang menarik, ternyata penyakit lupa tersebut lebih sering diderita kaum laki-laki dibanding perempuan.

Menurut sebuah studi, gangguan daya ingat sedang (mild cognitive impairment/MCI), memang lebih sering diderita para pria. Salah satu penyebabnya adalah pria memang lebih mudah kehilangan atensi atau lebih sulit memperhatikan barang-barang kecil. Misalnya kaca mata, kunci mobil, dan lain sebagainya.

Dalam sebuah studi terhadap 2.050 orang usia 70-80 di Minnesota, Amerika Serikat, juga diketahui 20 persen pria mengalami MCI, sedangkan pada wanita kondisi ini hanya diderita 14 persen responden.

Padahal, sebenarnya demensia dan Alzheimer lebih banyak diderita kaum wanita. Menurut Dr.Ronald Peterson dari American Academy of Neurology, hal itu antara lain disebabkan karena kaum wanita berumur lebih panjang daripada kaum pria.

Ia mengatakan gangguan daya ingat kategori ringan itu mungkin tidak ada hubungannya dengan gejala penyakit demensia. Gangguan daya ingat juga bisa terjadi akibat penyakit kronik, seperti tekanan darah tinggi dan diabetes. Kedua jenis penyakit ini memang bisa memengaruhi kemampuan kognitif.

Hasil penelitian juga menunjukkan orang yang berpendidikan rendah dan tidak menikah lebih sering mengalami gangguan daya ingat.

“Orang yang menikah biasanya memiliki keterampilan sosial lebih baik sehingga berpengaruh pada kesehatannya secara umum. Sedangkan orang yang berpendidikan tinggi otaknya lebih sering terlatih,” kata Peterson.

Penyakit lupa pada orang yang masih muda, menurut Peterson lebih sering disebabkan karena menurunnya konsentrasi, cemas berlebihan serta kesibukan yang terlalu tinggi.

Makin cemas dan makin stres, makin sedikit pula energi otak yang dialokasikan untuk mencari informasi di otak. AKibatnya, kita makin sulit mengingat.

“Tapi jika Anda makin sering mengingat hal-hal penting, seperti janji dengan teman, lupa makanan yang tadi dimakan saat sarapan, atau jika orang di sekitar Anda mulai sering mengingatkan Anda akan banyak hal, sebaiknya Anda menemui dokter untuk mengetahui ada tidaknya gangguan pada otak,” katanya.

sumber

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: