5 Cara Berkomunikasi Yang Tepat Pada Anak

ilustrasiJakarta – Sebagai orang tua, Anda harus memilih kalimat yang tepat saat sedang berkomunikasi dengan si kecil. Terkadang komunikasi yang salah bisa berdampak buruk terhadap anak. Cobalah untuk menghindari cara bicara yang tidak dapat diterima.


Menurut Maggie Macaulay, MS ED pemilik Parenting Whole Heart, pemahaman yang tepat untuk berkomunikasi dengan anak adalah salah satu kunci sukses untuk menghindari kesalahan pengasuhan. Inilah beberapa hal yang harus dihindari dalam berkomunikasi dengan anak, seperti yang dikutip dari ezinearticle.

1. Jangan memberi harapan kosong kepada anak
Bila anak memberikan pertanyaan kepada Anda yang mengharuskan untuk menjawab pertanyaan tersebut, tunjukkan komitmen dalam menjawab pertanyaan. Hindari kata ‘mungkin” untuk menjawab pertanyaan yang diajukan oleh anak. Berikanlah anak jawaban yang pasti yaitu dengan mengajukan batas waktu untuk memenuhi permintaan anak. Seperti “mama akan membelikan sepeda untuk kamu bulan depan ya”, karena dengan jawaban yang pasti tersebut akan dicontoh oleh anak dalamĀ  mengambil keputusan.

2. Bersikap sopan terhadap anak
Jika Anda ingin meminta tolong kepada anak, sebaiknya komunikasikan dengan jelas dan sopan. Sebaiknya gunakan seperti kalimat “tolong, matikan televisinya”. Meminta pertolongan kepada anak juga dapat dilakukan dengan memberikan sesuatu yang membuat mereka terpacu untuk melakukannya.

3. Menyelesaikan masalah dengan cara efektif
Jika Anda sudah mulai kehilangan kesabaran terhadap anak, sangat mudah untuk menyuruhnya pergi kembali ke kamarnya agar situasi tidak semakin memburuk. Tetapi menurut Macaulay, tindakan seperti itu tidak akan efektif karena anak Anda tidak akan merenungkan dan memperbaiki kesalahannya. Macaulay menyarankan sebaiknya menyelesaikan masalah tersebut dengan anak.

4. Hindari mengulang perintah kepada anak
Ketika Anda meminta pertolongan kepada anak, hindari memintanya berulang-ulang yang berakibat anak akan enggan untuk melakukan apa yang Anda perintahkan. Berilah peringatan kepada anak untuk melakukan perintah dengan satu kali ucapan agar anak merasa nyaman untuk melakukan perintah Anda

5. Membedakan perintah kepada setiap anak
jika Anda ingin memberikan perintah kepada anak untuk melakukan sesuatu dengan cepat, jangan menyamakan perintah tersebut pada semua golongan usia anak, karena yang akan terjadi mereka akan salah mengartikanya. Anda perlu mendefinisikan lebih jelas kepada anak diusia kurang dari 6 tahun untuk menyuruhnya lebih cepat, seperti “waktunya lima menit lagi ya”.

wolipop.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: