Ngeri! Flu Singapura Sudah Masuk Kota Semarang

Penyakit mulut, kaki, dan tangan (Hand, Foot, and Mouth Disease-HMFD) atau masyarakat biasa menyebutnya dengan flu Singapura meski sebenarnya istilah ini tidak tepat, sudah masuk Kota Semarang.

“Anak saya beberapa bulan terakhir terkena flu Singapura. Awalnya saya menduga hanya terkena cacar air, tetapi kok ada sariawan di mulut dan panas tinggi,” kata Ibu Riyanto, warga Plamongan Hijau, di Semarang, Senin.

Ia menjelaskan, awalnya anaknya hanya menderita demam, baru tiga hari kemudian muncul cacar hanya di tangan dan kaki serta sariawan di mulut.

“Cacarnya tidak sampai di badan, hanya di tangan dan kaki. Cacar juga ada beberapa di pantat. Saya baru tahu kalau itu penyakit flu Singapura,” kata ibu tiga anak ini yang juga berprofesi sebagai dokter.

Ibu Riyanto menceritakan anaknya terkena penyakit flu Singapura di saat kondisi badan tidak bagus.

“Waktu itu, anak saya malas makan dan kondisinya ’drop’, badan panas. Kemudian muncul cacar air. Saya menduga cacar air muncul karena kondisi tubuh tidak bagus dan panas. Tetapi kemudian kok ada sariawan dan ternyata terkena flu Singapura,” katanya.

Upaya penyembuhan flu Singapura dengan obat antivirus, antibiotik, salep, obat penurun panas, dan vitamin.

Menurutnya, untuk pencegahan tertular flu Singapura adalah menjaga kebersihan tangan. Apalagi penyakit tersebut lebih banyak menyerang anak-anak.

“Biasanya anak-anak habis bermain, langsung makan tanpa mencuci tangan. Tidak hanya anak saya saja yang terkena flu Singapura, tetapi ada juga anak-anak di derah lain, seperti di Kroboan dan Kelurahan Bandarharjo,” katanya.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang, Niken Widyah Hastuti mengatakan bahwa secara resmi pihaknya belum menerima laporan adanya flu Singapura di Kota Semarang.

“Dinkes Kota Semarang belum menerima laporan adanya flu Singapura, tetapi di tingkat dokter praktek bisa saja ditemukan kasus flu Singapura,” katanya.

Niken menambahkan penularan flu Singapura sama dengan flu biasa yakni bisa melalui percikan air liur, kontak, dan melalui handuk yang digunakan bersama.

“Untuk pencegahannya, kondisi badan harus bagus dan selalu menjaga kebersihan,” katanya.

 

sumber

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: